Jumat, 16 Desember 2011

Akuntansi Sebagai Sistem Informasi


Akuntansi Sebagai Sistem Informasi 

Kegunaan Akuntansi
  1. Pihak Intern artinya pihak yang melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian organisasi seperti dewan direksi, manajer pemasaran, kepala bagian produksi.
  2. Pihak eksternal yakni pihak-pihak yang berada diluar perusahaan/lembaga,  akan tetapi mereka membutuhkan informasi keuangan perusahaan tersebut, antara lain : investor, calon investor, kreditor, calon kreditor, pemerintah, karyawan (pelanggan/masyarakat).

Kualitas Informasi Akuntansi
Syarat-syarat informasi akuntansi yang berkualitas adalah sebagai berikut :
1. Perbandingan antara manfaat dan biaya
2. Dapat dimengerti
3. Relevan
4. Dapat dipercaya :
            a.   Dapat diuji
            b.   Netral
            c.   Menyajikan yang seharusnya
5. Nilai prediksi  :
a.      Feedback
b.      Tepat waktu
c.      Dapat dibandingkan atau konsisten
d.      Materiality
Konsep  dan Prinsip Dasar Akuntansi
a.      Asas Kesatuan Usaha, perusahaan harus dipandang sebagai satu kesatuan usaha yang terpisah dari pemiliknya dan juga perusahaan-perusahaan lainnya.
b.      Periode akuntansi, bahwa satiap pelaporan keuangan perusahaan haruslah terikat pada periode waktu yang ditentukan.
c.      Asas Kesinambungan, suatu pelaporan keuangan perusahaan diasumsikan selalu berkesinambungan kecuali perusahaan tersebut dinyatakan bangkrut atau dibubarkan.
d.      Harga Perolehan, yakni harga yang harus dibayar atau ditukarkan saat terjadinya transaksi dengan didukung bukti-bukti transaksi.
e.      Pengukuran dalam nilai uang, yakni setiap laporan keuangan harus dapat diukur dengan nilai uang yang berlaku agar dapat ditafsirkan secara universal bagi yang membacanya.
f.        Penetapan Beban dan Pendapatan, yakni untuk mengukur keuntungan atau kerugian sebuah perusahaan dikaitkan dengan penetapan pendapatan dan beban, selain aktiva dan kewajiban.
 Bidang-Bidang Akuntansi
a.      Akuntansi Pemerintahan, yakni bidang akuntansi yang melakukan pencatatan dan pelaporan transaksi-transaksi dalam politik, Negara maupun di daerah.
b.      Akuntansi Biaya, yakni bidang akuntansi yang menekankan pada penetapan atas biaya pembuatan barang produksi.
c.      Akuntansi Manajemen, yakni bidang akuntansi yang mempergunakan data histories maupun data taksiran untuk membantu manajemen perusahaan dalam menyusun perencanaan.
d.      Akuntansi Perpajakan, yakni bidang akuntansi  yang secara khusus mempersiapkan SPT (surat pemberitahuan Pajak) dan konsekuensi pajak yang mungkin terjadi atas transaksi perusahaan.
e.      Akuntansi Keuangan, yakni bidang akuntansi yang secara umum berhubungan dengan proses pencatatan transaksi-transaksi perusahaan.
f.        Akuntansi Pemerikasaan, yakni bidang akuntansi yang berhubungan dengan pemeriksaan secara independent.  
g.      Akuntansi Sosial, yakni bidang akuntansi terbaru yang mempelajari efek social yang terjadi akibat kemajuan dibidang usaha.
h.      Sistem Akuntansi, yakni bidang akuntansi yang membahas berbagai disain prosedur pengumpulan data akuntansi yang sesuai kebutuhan perusahaan.
i.        Akuntansi  Pendidikan, yakni bidang akuntansi yang khusus berkecimpung di bidang pendidikan.
Profesi Akuntansi
Sebagai cabang dari ilmu ekonomi terapan, akuntansi melahirkan profesi akuntan, antara lain :
  • Akuntan Publik, yakni akuntan yang bekerja secara bebas untuk mengaudit, menilai dan menganalisa laporan keuangan perusahaan, penyusunan system akuntansi, jasa perpajakan, konsultasi manajemen perusahaan. Perusahaan yang menggunakan jasa akuntansinya tersebut membayar atas pemakaian jasa-jasa akuntan tersebut.
  • Akuntan Pemerintah, yakni akuntan yang bekerja pada perusahaan atau lembaga-lembaga milik pemerintah.
  • Akuntan Perusahaan, yakni akuntan yang bekerja sebagai tenaga ahli keuangan di sebuah perusahaan.
  • Akuntan Pendidik, yakni akuntan yang bekerja sebagai tenaga pengajar di lembaga pendidikan.
Etika Profesi Akuntan
Prinsip dasar perilaku etis bagi akuntan, yaitu :
-  menghindari pelanggaran etika yang terlihat remeh,
-  memusatkan perhatian pada reputasi jangka panjang, dan
-   bersiap menghadapi konsekuensi yang kurang baik bila berpegang pada perilaku etis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar